Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Mei 2013

13 MEI 2013

ketika aku benar-benar lupa jalan pulang, semoga ketersestan menjadi pelajaran untuk diperbincangkan di masa depan. bahwa aku pernah melalui ini

pertemuan dengan orang-orang yang lebih dahulu lahir yang sudah menemukan mimpinya adalah sebuah dampak positif bagaimana aku belajar untuk melampuinya.

trimkasih buat secangkir kopinya, sangat nikmat menikmati asap dengan ribuan mulut yang saling berpendapat. ini yang bisa dipertanggung jawabkan ketika aku pulang. semoga ada pertemuan kembali

terimakasih untuk para SASTRAWAN

Jakarta 2013

Sabtu, 27 April 2013

Sabtu, 27 April 2013

ketika dihadapkan oleh pilihan sebagai seorang mahasiswa yang benar, maka yang harus di utamakan adalah kekuatan, kekuatan pikiran, intelektualitas yang kongkrit sesuai teori dan pengalaman yang nyata, sehingga mampu membangun kekuatan jiwa, pendirian yang kokoh, sesuai apa yang telah dipikirkan dan ditemui, menjadi sebuah prinsip-prinsip yang harus diperjuangkan. Inilah kebenaran yang mutlak, jujur kerena ditemui sendiri, tidak kata teman, dia, atau siapa saja, tetapi kita sendiri yang telah melahirkan kejujuran dari dalam hati.

Toriq Fahmi
Surabaya

Selasa, 23 April 2013

Selasa, 23 April 2013

Bagiku menjadi mahasiswa bukan hanya sekedar kuliyah dan mengerjakan tugas, tapi mahasiswa yang sebenarnya adalah bagaimana kita berfikir tentang segala sesuatu dan belajar mengenal segala hal yang ada pada setiap kehidupan, bersosial, berintraksi dengan segala bentuk manusia  tanpa harus membedakan dari mana ia berasal dari golongan apa ia datang. Saling menghargai karena kita sama-sama berkepentingan dan dipentingkan.

Mahasiswa adalah bentuk dari pembelajaran tentang sebuah kebenaran dan kekacauan, dengan ini kita akan tau mana yang harus dilakukan dan tidak, sebab segala bentuk perbuatan sudah pernah kita sama ratakan tanpa harus membedakan kebaikan atau keburukan. Terkusus untuk cinta yang mengingatkan darimana kita berasal dan untuk siapa kita dihidupkan, dengan segala jenis cinta, kasih dan sayang mengajarkan bahwa kita tidak hanya berakal tapi juga berperasaan.

Mahasiswa adalah bagaimana cara kita menyampaikan lewat segala bentuk keindahan berkarya, menyuarakan kegelisahan-kegelisahan yang tak pernah habis ditulis, bagaimana kita dituntut keritis, tajam dan berani atas nama pembebasan. Penjajahan dan penindasan adalah hal yang harus dibubarkan sempai detik nafas terakhir.

Mahasiswa adalah sebuah tangung jawab bagaimana kita harus melakukan segala bentuk perjuangan untuk sebuah perubahan bagi bagsa ini dan berguna bagi orang lain setidaknya untuk diri kita sendiri.

Toriq fahmi
Surabaya 02:28 PM

Rabu, 17 April 2013

Rabu, 17 April 2013. 09:54 PM

Aku telah menemukan jalanya, sebuah jalan dimana aku harus menyusurinya dengan kegelisahan yang amat padat.

Membuat waktu dimana lebih masuk akal dari pada sekedar tidur, bangun, kuliyah dan menyelesaikan tugas kuliyah lalu tidur lagi.

Aku telah menemukanya bermain dengan kegelisahan tentang sebuah pertanyaan yang menempel di dinding-dinding malam yang harus aku punguti satu persatu dan menyelesaikanya dengan satu perubahan disetiap paginya.

Sebuah kegelisahan tentang agama dan pembuatnya, tentang sebuah kebenaran yang sesungguhnya, tentang penghargaan dan cara menghargai tanpa harus membedakan darimana ia berasal, tentang cinta dan lagit malam yang tak pernah mengantarkanku untuk tertidur lelap seperti dulu dan setiap pagi yang menuntutku membuat rencana-rencana untuk kehidupan ke depan, apa kelak aku kan berguna bagi bagsaku atau hanya menjadi salah satu orang yang tak berguna yang tak melakukan apa-apa kemudian mati, aku tak pernah menginginkan kematianku berjalan dengan sia-sia kemudian orang-orang akan melupakanku, setidaknya setelah aku mati kelak orang-orang akan menanam namaku dengan sentuhan airmata kehilangan.

Tak ada waktu tanpa perjalanan, berbaur dengan orang-orang, berbicara tentang segala hal tentang apa yang aku ketahui di dunia ini, mendiskusikan intelektualitas dengan cara retorika yang baik dan benar tanpa harus menyinggung dan merendahkan orang lain, tak ada batasan dalam pergaulan semua ku gauli dengan cara berusaha berteman dengan baik, lintas agama, budaya, idiologi, rupa, warna, genre semua bagiku menjadi ilmu yang harus di rangkum dalam buku perjalanan sehingga sejauh apapun aku pergi aku bisa menemukan jalan untuk pulang.

Tak ada waktu tanpa mencari, mencari segala hal yang ingin aku temui, lewat buku, internet tak terkeculai warung-warung kopi yang menawarkan segala bentuk kegelisahan setiap waktu dengan harga yang cukup murah, semua ku tampung dengan senag membuat tumpukan gelisah yang harus aku selesaikan malam itu juga.

Tak ada akhir dalam pelajaran, perubahan, pergerakan, pergaulan, pencarian kebenaran dan kemerdekaan. Aku titipkan semua yang kumiliki pada setiap jalan-jalan yang pernah aku lalui, tempat-tempat yang pernah aku singgahi dan setiap orang yang pernah ku jumpai, semua ku akhiri dengan cara cinta yang luar biyasa yang berakhir dengan kesadaran bahwa aku adalah sebuah karya dan harus berkarya.

Toriq Fahmi