Selasa, 10 Januari 2012

JANCOX

Ketika ilusi kekejaman dunia mengancam
Ketidak adilan meluap dan menikam
……………….Gila dan mati…………………
Menjadi lambang sebuah tragedi

Saling sakiti menyertai hati
Dendam meliputi tuk membunuh
Kala itu mulut menjadi sangkakala
Teriakkan kata busuk yang seharusnya tak terlontar
Seolah menggetarkan dunia ketuhanan

Nama tuhan tak lagi popular
Tergeser dan runtuh


Jancok.…..Lagi-lagi……jancok
Menjadi syahadat semua umat

Jancok mempersatukan
Tak pandang agama tak pandang budaya

Semua katakan jancok
Saat kebencian mencekik
Semua teriakkan jancok
Kala hati mulai terusik

Jancok untukku Dan jancok untukmu
….....Semua memang jancok ……..

Jancok telah tertanam
Mendarah dan mendaging

Negera ini berbudaya jancok

Dan inilah seni  jancok

Katakan jancok untuk kekejaman
Teriakkan jancok untuk ketidakadilan

Sebut namaku tiga kali
Jancok….jancok….jancox


Fahmi toriq
Surabaya 110112
12:14

Senin, 02 Januari 2012

KEMANA CINTA

Kemana cinta…
Aku jatuh dan tertikam
Luka membuat ku terluka
Seakan dunia berubah kelam

Kemana cinta…
Diriku hampa
Tanpa siapa-siapa
Sendiri mengarungi samudra

Dimana cinta..
Saat darah tercecer habis
Dimana cinta...
Darah donor sudah menipis

Kemana cinta…
Dimana aku mencari
Rumah hati adakah cinta
Aku cari dan sepi

Kemana cinta..
Kosong tak ada harapan..
Sepi semakin menista.
Hanya berlabuh bersama kesedihan.

Kemana cinta..
Darah ku sudah habis
Kamana cinta..
Tak ada darah yang persis

Kemana cinta..
                        Disitu dihati mu..
Dimana cinta ..
                        Disitu dijiwa mu…


Fahmi
Gresik,122411
11:15 AM

IKAN SALMON

aku tersesat di jalanmu...
seperti ikan terperangkap dalam jala
kemana harus lari...
lubang sempit itu takmungkin buatku berlalu

mungkin memang wajan penggorengan sudah menanti
dan belati tajam sudah siap mencabiki..

perih dalam bayangan...
padahal belum terjadi

andai aku ikan hiu
sebelum aku masak akan ku gores terlebih dahulu

namun apadaya aku hanya salmon manis
yang siap disantap di meja makan
hidangan nikmat bagi setiap perut lapar

nasibku tak seberuntung duyung
disayang, dimanja dan dikasihi
walaupun menjadi tontonan dan penghibur di kebun binatang

fahmi
sby,020112

Selasa, 15 November 2011

ALIBI HATI

  • Ini  hidupku yang penuh pesona, walau belulang terangkai sedikit pendek.

    Seperti  api yang panas
    Cinta ini tertata dengan nafas
    Meragkai sampai terhempas
    Terbakar penuh na’as

    Air mendidih diujung permukaan
    Harapan mengodok keraguan
    Habis menguap bersama asap
    Terbag lalu singap

     Ini ungkapan hati dalam lingkup kegalauan, kala hati terusik keindahan, membuat getir rasa perih dalam kesejatian, tersakiti itu pasti sebab malam tampa siang akan tiada hari, kematian yang dirasa sejenak meluap ingin masuk keranda, melucuti kafan dan pelan melangkah untuk hidup kembali, bangkit bersama awal penciptaan, merangkai ketidak mengertian hidup fana, dulu lamanya aq hidup dalam cinta semu, kosong  takmengerti dalam kepolosan kertas, seperti Angin ia dating bersama tinta  permanen, pelan tergambar Mentari yang terik dan ada jalan seperti angka delapan yang berarti takkan pernah terputus,  tapi rintik Grimis tergambar perlahan pertanda tangis megiringi, tak lama pelagi menghiyasi,  indah membuat sedih menepi, Senja tiba membuat langit kuning kemerahan,  gelap menyelinap perlahan malam itu Bulan tersenyum dengan sabitnya, gambar sempurna dalam bingkai cinta sejati.

    Janji mengikat dibawah langit tersaksi keabadian cinta yang mengikat, sama-sama tersenyum mengikat janji yang entah bertahan sampai kapan, dua merpati terbang dengan kaki terikat tali merah, ini bukti keseriusan cinta yang terpasang sejak dini, pesonamu yang petama, jiwamu yang pertama, pengorbananmu yang paling awal, apa kurang jelas…?

     Ini saksi, ini bukti, sadar….

    sekali lagi aku bangkit dalam kematian jiwa , bangkit.. menerjang  kubur cinta kedua, aku berlari kembali pulang,  rindu karna berdosa, sambut aku didepan pintu hatimu, beri senyuman atau sebuah tangisan agar aku tersadar hanya cintamu yang mendasar.
    kemarilah sayang….! peluk lelaki tak berhati ini..
    Tetapi ……semua meredup, lentera hijau telah pudar dan Gelap...

    Gelap …

                  Gelap…

                               Semua telah Gelap…

    langit tak secerah hari yang lalu, kali ini awan turut berduka sebab penghiyanatan, rintik gerimis menyumbang kesedihan, semua layu walau musim hujan
    Bulan… leburlah gelap walau tak seberapa
    Bintang… gemerliplah sepertia biasa
    aku ingin kembali …sungguh aku tak ingin berdosa, aku tak ingin semua murka, ayo datanglah Pagi, bunuh Malam dengan mantramu lalu pada Mentari sengatlah EMBUN agar merembes pada permukaan Bumi, keringkan dengan panasmu agar semua Hilang…

                                                                                                                                                        Hilang…

                                                                                                                                        Hilang…                                                                                    Hilang…

                                                                                     Hilang…
                                                                     Hilang…
    Dan hilang untuk selamanya……………………………………………………

    Baiarkan merpati mengepakkan sayapnya kembali, terbanglah walau takmampu menembus langit, melewati awanpun sudah cukup dan hinggap pada satu pohon harapan yang lama.

    1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya semuanya akan kembali pada kesejatian cinta yang satu dan akan kembali pada kuasa cinta yang abadi.

    Kini biar aku menepi menjelma camar di permukaan pantai, meresapi setiap helai bulu yang tersapu angin, memikirkan dosa yang rontok terbawa angin, selanjutnya biar camar itu menentang lautan, sebagai pembuktian laki-laki sejati menyandang gelar pahlawan, pahlawan yang tidak pernah ada sebelumnya.

    Mari...
    Mari…
    Mari…
    Mari…
    Mari sini sayangku, kecup lembut bibirku buat aku tersadar akan kilau indahmu yang tersembunyi.

    TORIQ FAHMI
    Surabaya,151111

Selasa, 01 November 2011

MEMINTA

MEMINTA...............................











selaksa rindu............................................................
menderu mendayu-dayu
mencari setetes salju


pada langit menengadah
meminta tuan raja
datangkan ..datangkan..

CAHAYA...
melebur gelap..


 fahmi.021111.surabaya


Senin, 17 Oktober 2011

BELENGGU INDONESIA


Buntung, buntung telah buntug
Dinamika merdeka terbalik
Terkucir panjang kebodohan
Terjerat kuasa busuk diujung singgasana

Kemana larinya harapan sejahtera
dimakan bagunan tinggi menjulag
sedang…..
dibawah jembatan rakyat mengerang
lapar kataya,,..lapar dia bilag..

tetap saja buta dan buta..
tuli melilit gendag merusak saraf
sungut tikus  terlihat panjang
mengeledah uang tanah
buncit perut haram

mana tujauan,,..
ada harapan…
atau sebuah pertanyaan..?
bumi Indonesia telah tua..?
leleh menjadi budak tuan takur tak bermoral..

Sabtu, 01 Oktober 2011

PELAMPIASAN

seperti angin melebur gerah
bagai pluru menembus dada
kerinduan yang takmeredah
menyudut membunuh tawa

        gong mendegung.....
terperanjat seketika
sadar camar taksuka tandus
asap mengepul mengulung
seolah rindu memeluk
                 mesrah....

kering hati meronta
hujan tak mendengar...
    panas menghajar....
        pilu mengelegar....

teriak pada alam bisu
seolah angin murka
  pada siapa.....?
           domba menyusu...?

seperma membeku
menggumpal di ujung botol
siapa yang minum...?

mabuk...
       mabuk asmara

mual....
        mual kerinduan

imajinasi melayang....
terbang bersama alur cerita
masalalu...
          masadepan...

kini...
      gema nafsu terurai

terserak...
          sel menembus pori kain

terpancar puas
sesal mendoktrin

sorepun GRIMIS
 

toriq fahmi
gresik 01,10,11