Selasa, 01 November 2011

MEMINTA

MEMINTA...............................











selaksa rindu............................................................
menderu mendayu-dayu
mencari setetes salju


pada langit menengadah
meminta tuan raja
datangkan ..datangkan..

CAHAYA...
melebur gelap..


 fahmi.021111.surabaya


Senin, 17 Oktober 2011

BELENGGU INDONESIA


Buntung, buntung telah buntug
Dinamika merdeka terbalik
Terkucir panjang kebodohan
Terjerat kuasa busuk diujung singgasana

Kemana larinya harapan sejahtera
dimakan bagunan tinggi menjulag
sedang…..
dibawah jembatan rakyat mengerang
lapar kataya,,..lapar dia bilag..

tetap saja buta dan buta..
tuli melilit gendag merusak saraf
sungut tikus  terlihat panjang
mengeledah uang tanah
buncit perut haram

mana tujauan,,..
ada harapan…
atau sebuah pertanyaan..?
bumi Indonesia telah tua..?
leleh menjadi budak tuan takur tak bermoral..

Sabtu, 01 Oktober 2011

PELAMPIASAN

seperti angin melebur gerah
bagai pluru menembus dada
kerinduan yang takmeredah
menyudut membunuh tawa

        gong mendegung.....
terperanjat seketika
sadar camar taksuka tandus
asap mengepul mengulung
seolah rindu memeluk
                 mesrah....

kering hati meronta
hujan tak mendengar...
    panas menghajar....
        pilu mengelegar....

teriak pada alam bisu
seolah angin murka
  pada siapa.....?
           domba menyusu...?

seperma membeku
menggumpal di ujung botol
siapa yang minum...?

mabuk...
       mabuk asmara

mual....
        mual kerinduan

imajinasi melayang....
terbang bersama alur cerita
masalalu...
          masadepan...

kini...
      gema nafsu terurai

terserak...
          sel menembus pori kain

terpancar puas
sesal mendoktrin

sorepun GRIMIS
 

toriq fahmi
gresik 01,10,11










Senin, 08 Agustus 2011

CINTA

-->
Seperti sebuah tiupan angin, cinta itu lembut dan mengantarkan kesejukan. Angin adalah sesuatu hal yang abstrak. Tapi ketika dia sudah bertindak kasar, jangankan segundukan gunung pasir yang tinggi, gedung angkuh dan menara pencakar langit pun bisa luluh lantak tanpa sisa.

Demikian pula cinta, ia di takdirkan sebagai satu tanpa bentuk, nama untuk beragam perasaan, judul untuk gemuruh hati, muara dari berjuta makna, wakil dari harapan tak terkira dan kekuatan yang tak terartikan.

Cinta mampu mengubah seorang pengecut menjadi seorang pemberani, yang pelit jadi dermawan, yang malas jadi rajin, yang pesimis jadi optimis, yang kasar jadi lembut dan yang lemah jadi kuat. Cinta merajut emosi manusia dengan begitu agung bahkan rumit sekaligus. Maka syair-syair Rabi`ah Adawiyah. Jalaludin Rumi, Mohammad Labai, Kahlil Gibran, sampai Romeo dan Juliet serta Cinderella menjadi begitu abadi tersimpan di dalam lembar sejarah hidup manusia.
-->
Jika tidak ada cinta, dunia akan membeku menurut Jalaludin Rumi dan menurut Don P. Herod cinta itu seperti pertandingan tenis kamu tidak akan pernah menang terus menerus sebelum kamu belajar untuk melakukan pukulan awal dengan baik.

Cinta tidak pernah habis dibicarakan dimanapun dan kapanpun bahkan arti cinta itu sendiri sering di salah pahami dan di tuding sebagai penyebab terjadinya pertikaian dan kerusakan di bumi, padahal cinta sangat berjasa bagi manusia karena berkat cinta manusia dapat membentuk keluarga, mempunyai keturunan dan dapat hidup bermasyarakat.

Orang-orang inggris menyebut cinta dengan LOVE, bahasa jepang mengungkapkan AISHITERU dan orang-orang arab menyebutnya MAHABBAH, dalam kamus bahasa inggris kata cinta (LOVE) memiliki arti :

  1. Rasa kasih sayang yang lembut dan mendalam serta perhatian terhadap seseorang yang timbul dari kebaikan hati atau rasa untuk memiliki.
  2. Hasrat dan rasa keterkaitan yang kuat terhadap seseorang yang di takdirkan untuk bersama dalam emosi, seks.
  3. Sentuhan emosi yang mendalam.
  4. Istilah ini sering di gunakan utntuk mengungkapkan rasa kasih sayang.
  5. Suatu Ekspresi dari rasa kasih sayang seseorang sehingga terucap kalimat “Sampaikan cintaku padanya”.
  6. Rasa suka atau antusiasme yang kuat.
  7. Hasrat seksual atau hubungan seksual.
  8. Anugerah yang diberikan oleh Tuhan.
Kata tokoh pemikir muslim Dr. Yusuf Qordawi cinta adalah ruh kehidupan dan pilar dari lestarinya umat manusia, maka cinta itulah yang menjadi kekuatan penahan dari terjadinya benturan antara manusia yang bisa mendorong kehancuran “Ya” hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga.

Untuk memulai memahami hakikat cinta perlu di telusuri terlebih dahulu makna-makna cinta yang berkaitan dengan kata cinta kamus bahasa indonesia mengartikan cinta sebagai perasaan suka, sayang, kasih, terpikat, rasa ingin memiliki, rasa rindu hingga sikap rela melakukan apapun demi yang dicintai, bila disederhanakan maka cinta dengan bahasa indonesia adalah perasaan yang dimiliki terhadap sesuatu untuk memiliki, mendapatkan perasaan untuk dapat bersama-sama hingga melahirkan sikap patuh, bahkan bersedia melakukan apapun demi memperoleh apa yang diinginkan, itulah pengertian cinta secara detail dan rinci, sebab jika berbicara masalah cinta sampai kapanpun tak akan pernah ada habisnya.

Toriq Fahmi

Asmara dalam Pandangan Agama


Islam memandang asmara sebagai sesuatu yang biasa dan sederhana, Islam adalah agama fitrah, sedang asmara itu sendiri adalah fitrah kemanusiaan. Allah telah menanamkan perasaan cinta yang tumbuh dihati manusia, Islam tidak pernah melarang seseorang untuk dicintai dan mencintai, bahkan Rasulullah mengajarkan agar cinta di utarakan :
“Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberitahu bahwa dia mencintai “ (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)
Seorang muslim dan muslim lainya tidak dilarang untuk saling mencintai. Mereka juga tidak dilarang untuk jatuh cinta, hanya saja Islam menyediakan penyaluran melalui lembaga pernikahan, Karena ini sudah menjadi sebuah tuntutan dasar dalam menjalankan agama. Ketika sudah jatuh cinta maka pernikahan solusinya, Karena tidak ada hal yang menentramkan hati bagi seorang kekasih yang merindukan kekasihnya, kecuali bisa bersama setiap saat. Kebersamaan itu bisa terwujud bila sudah diikat dengan tali pernikahan :
 “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. “ (Ar-Rum: 21)
Ayat diatas merupakan jaminan bahwa cinta dan kasih sayang akan Allah tumbuhkan dalam hati pasangan yang bersatu karena Allah (setelah menikah)

Jadi, kelihatannya tidak perlu menguji kedalaman cinta dengan pacaran berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, Karena mengenal seseorang bisa dilakukan dalam jangka waktu yang lebih singkat dari itu, tidak perlu menilai kecocokan dengan berpacaran karena saat ngobrol dalam segi ta`aruf itu pun sudah bisa dikenali apakah cocok atau tidak.

Dalam islam ada peringkat-peringkat cinta, siapa yang harus di dahulukan, siapa pula yang harus utamakan, tingkatan ini sebaiknya di pahami oleh remaja, karena bila menempatkan prioritas yang salah. Jika salah maka akan terjadi sebuah kesalahan yang luar biasa, karena hal itu bisa menjadikan kemusrikan karena menandingi cinta Allah dengan cinta kepada mahluknya.
 “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). “ ( Al-Baqarah: 165)
Menurut Ibnu Qoyyim, seorang ulama di abad ke-7, terdapat enam peringkat cinta (maratibun-mahabbah) yaitu :

  1. Peringkat ke -1 dan yang paling tinggi adalah: Tatayyum yang merupakan kepada Allah semata. “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). “ ( Al-Baqarah: 165)
  1. Peringkat ke -2 : Isyk yang merupakan hak Rasulullah SAW : “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. “ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ (Ali Imron : 31)
  2. Peringkat ke -3 : Syauq yaitu cinta antara mukmin dengan mukmin lainnya. Antara suami istri, antara orang tua dan anak yang membuahkan rasa Mawaddah Warahmah.
  3. Peringkat ke -4 : Shababah yaitu cinta yang melahirkan Ukhuwah Islamiyah, cinta ini menuntut sebuah kesabaran untuk menerima perbedaan dan melihatnya sebagai hikmah yang berharga.
  4. Peringkat ke – 5 : yaitu Ithf (simpati) yang di tunjukkan kepada sesama manusia. Rasa simpati ini melahirkan kecenderungan untuk menyelamatkan manusia.
  5. Peringkat ke -6 : adalah peringkat yang paling rendah dan sederhana, yaitu cinta atau keinginan kepada selain menusia : harta benda, namun keinginan ini sebatas intifa` (pendayagunaan atau pemanfaatan). Cinta jenis inilah yang sering meggelincirkan manusia.
Begitulah pandangan syar`i terhadap asmara, asmara adalah fitrah manusia dan Islam adalah agama fitrah, untuk itu Islam memberi solusi untuk menikah sebagai jalan satu-satunya yang di ridoi Allah. 


Toriq Fahmi

Rabu, 27 April 2011

NEGERI ku


wajah mentari tampak murung dalam lingkup gelap,
sang awan berwajah bunar dalam pagi     berselimut kabut,
merintis hari yang kian sara membelenggu,
jerit anak jalanan music puisi ini 
biarkan berlabuh bersama nuansa sedih lagu ini,
igin q urai setitik derita dari bocah jemblung berkulit gelap di pinggir jalan 
agar kau tau betapa gerinya negri yg di kata kaya ini 
jang an mengoceh lagi 
ocehanmu tak lebih dari sekedar bunyi beo.


berlabuh ketepian harapan 
melihat endonesia raya terbuai ombak dengan berjuta masalah
kemana kami lari…?
di pundak rakyatmu masih memikul ribuan hutang bangsa
kemana kami pergi..?
ini tangung jawab kami rakyat bangsa dengan berjuta janji
naugan sang garuda di dada kami 
masih tersimpan kebanggaan atas indonesia 
tanah tumpah darah q 

 
penderitaan mengalir dari parit2 wajah rakyat q
dari pagi sampai sore
rakyat negriku bergerak dengan lunglai
mengapai-gapai
menoleh ke kiri menoleh ke kanan
di dalam usaha tak menentu
di hari senja mereka menjadi onggokan sampah