Selasa, 08 Oktober 2013

Lomba Tabah

Toriq Fahmi

Riwayat langit yang kelam
Matanya sembab , ada rembulan yang sakit

Jangan dibasuh biarkan ia mengalir
Menjadi telaga, kita akan sama-sama mengenang
Berenag setiap pagi dan petang
Mengarungi kedalam jiwa masing-masing
Kita akan sama-sama tau
Rindu siapa yang paling pilu

Surabaya 2013

Batasan Rindu

Toriq Fahmi

Rindu yang mencapai batas.
Hai sayang nantikan aku saat berwudhu lalu dekap tubuhku sambil berbisik "bisakah kita berciuman malam ini". Waktu kita ada satu menit, sebelum kita menemui tuhan dan kau menciumnya juga.

Selamat, rindu kita mencapai batas.

2013

Berselingkuh

Toriq Fahmi

Ada malam yang menjerit sakit
Lalu kita menuju kasur, merenungi do'a yang kita kirim kemarin
Mata kita bertatap, bibir kita berisarat ciuman
Mendaratlah sebelum kita sama-sama diburu
Ada yang cemburu, tapi katamu ini rindu
Simpanlah tangan kita, sebelum semuanya telanjang

2013

Selamat Jalan

Toriq Fahmi

Selamat jalan, kita sedag berpergian
Menekuni nyayian rindu di jalanan
barangkali bekal kita akan habis sebelum waktunya
Kirimkan pipimu bersama sengan bibirnya

Selamat jalan

2013

Cara Kita Kembali

Toriq Fahmi

Apa kabar ciuman kita
Bragkali ia mencoba untuk akrab
Menyatukan penghayatan kita
ini sembahyang  kita
Do'a ciuman

Berwudulah, supaya tak malu
Lalu kita akan sembunyi
Kita akan sama sunyi, mengenag mata
Lalu tatapan kita menjadi pahala
Tebuslah dengan bibirmu
Lidah yang bertemu cara kita untuk tobat

2013

Persetubuhan Kita

Toriq Fahmi

Ku dengar suaramu, seluruh tubuh terjaga
Dikemasinya cerita- cerita lama
Lalu kau terkenag
Jangan kauwatir dengan isakan
bukankah kita bercerita sambil ciuman
Hanya saja waktu air mata itu tumpah
Maaf mataku takcukup kuat menampungnya

Bila kita bercengkrama
Kita begitu mendesah dan kau selalu kalah mengatur nafas
Lalu aku berpuisi , tanda selamat tidur untukmu

Sampai lelap, sampai esok rambutmu akan basah

2013

Perang Debu

Toriq Fahmi

Debu-debu begitu pulas tertidur sampai mimpi basah
Ada jejak tertinggal , sebuah pesan berdiri sepi di rak buku
“Barangkali puan sudah dewasa, sudah tak perlu menyusu ibu lagi”

Ini rumah kita sekarang
Sekawanan debu ramai menggumpal ingin jadi tanah
Barangkali ia berfikir jadi manusia
Ada yang mendengkur di halaman buku-buku
Mungkin sedang kelelahan mengkeja huruf-huruf latin
Ada bekas jejak pengetikan diwajah computer tua

Barangkali perencanaan kudeta sudah ditulis

Debu-debu di kamarku , angkat senjata peperangan

Aku siapkan peperangan juga

2013