ketika dihadapkan oleh pilihan sebagai seorang mahasiswa yang benar, maka yang harus di utamakan adalah kekuatan, kekuatan pikiran, intelektualitas yang kongkrit sesuai teori dan pengalaman yang nyata, sehingga mampu membangun kekuatan jiwa, pendirian yang kokoh, sesuai apa yang telah dipikirkan dan ditemui, menjadi sebuah prinsip-prinsip yang harus diperjuangkan. Inilah kebenaran yang mutlak, jujur kerena ditemui sendiri, tidak kata teman, dia, atau siapa saja, tetapi kita sendiri yang telah melahirkan kejujuran dari dalam hati.
Toriq Fahmi
Surabaya
Sabtu, 27 April 2013
Kamis, 25 April 2013
My medical (Dokter dari Tuhan)
Jika aku mengenalmu dengan benar maka tentu saja umurku akan panjang. Dan jika aku mencintaimu dengan terang tentu saja keabadian akan datang
Toriq Fahmi
Surabaya, 26 April 2013
Selasa, 23 April 2013
KEABADIAN BIBIR DAN CIUMAN
Hanya ada aku dan malam di pangkuanmu yang sedang grimis,
bedanya wajahku semakin kusut tapi wajah malam semakin binar, ya.. aku dan malam
sama-sama menikmatimu dari lamunan yang tak profesional memandang wajah, sebab
terkadang terarah pada letak dada
Kita sama-sama laki-laki, aku dan malam maksutnya, bedanya hanya terletak pada sikap
setia yang katamu harus ada setiap waktu. Malam selalu ada, sedang aku sering
hilang berhari-hari tanpa kejelasan, aku tahu kau lebih merindukanku dari pada
malam
Itulah sebabnya kenapa aku menghilang, lalu ada di
waktu-waktu tertentu, agar kau merindukanku dengan sungguh-sungguh dan memimpikan kedatanganku, bukankah pernah kau katakan bahwa kebosanan ada pada perjumpaan
yang hadir setiap saat. sedangkan malam selalu menemanimu, pasti kau akan bosan memandang dan menyentuhnya. Dengan begitu maka yang hadir adalah aku, rindumu adalah aku
Aku tau, malam selalu menidurkanmu dengan nyaman, tapi nyatanya aku tak pernah membuatmu benar-benar terlelap, sebab mimpimu adalah aku, kegelapan cinta, cinta yang datang kemudian seketika hilang, menjadi beban dan kerusakan bagi cahaya matamu yang begitu teduh saat kau terpejam sampai kau membuka mata. Kekasihku aku memang merindukanmu dengan sederhana tapi percayalah aku mencintaimu dengan kaya.
Jika malam memandangmu
dari bintang maka tentu saja aku mendangmu dari mata, malam tak punya mata sepertiku
sayang, percayalah bahwa pandangan mata itu lebih halus dan tulus, ya.. seperti
matamu juga, yang memandang malam dan
aku, tulus bukan.?. Silakan pilih aku atau malam, yang jelas kita manusia tidak buta karena kita sama-sama punya mata.
Tapi malam, entahlah ia memandangmu lewat apa, yang jelas bintang adalah pendusta,
coba dekati saja maka akan terasa keras dan kasar.
Pilihlah salah satu, kita akan pergi, entah aku atau malam,
tenang saja sesuai perjanjian, kita tidak akan saling serang, yang membuatmu
takut karena jatuh korban, terutama aku yang lebih gampang mati. Pilih
sekarang, tentukan ciumanmu sekarang, aku atau malam, yang pantas memangut
bibirmu dengan cara paling abadi yang pernah kita miliki
“Bibir dan ciuman” kita bertiga telah sepakat bahwa inilah
yang paling berharga, sebab harga kemaluan begitu murah. Tapi bibirmu, ciumanmu adalah kekal,
yang tak bisa menjadikan kenangan, semua abadi dan tak ada kenangan. Maka izinkan
jika bibir dan ciuman itu menjadi milikku,
karena aku tak ingin menjadikanmu sebagai kenangan.
Toriq fahmi
Surabaya. 24 April 2013 02:21 AM
WAJAH
Kenangan ialah tangan yang memelukku mesrah, meresap pada
jiwa-jiwaku yang kosong, membukakan pintu kerinduan dan harapan. Kepadamu
Kenangan yang santun menyapaku dengan ciuman lembut di
kening, seperti ibuku yang memberi bekal
uang saku untuk tetap rajin dan tekun, sambil mengingatkan bahwa aku milik Tuhan, dan akan kembali
Kenangan adalah kamu, membuat cahaya pada malam-malam yang sepi. Menganugrahkan sajak-sajak yang
lahir tanpa kepemilikan kapan akan
sampai pada dekap hangatmu.
Kaki-kaki cantik kenangan menjejaki degub jantungku yang takkaruan,
berjingkrak suka cita mengikuti setiap detaknya. Begitulah caraku mengingatmu
Bila kenangan telah datang menjemputku, berarti begitulah
cara Tuhan memberkatiku, untuk merasakan bentukmu yang tak lagi nyata
Toriq fahmi
Surabaya. 24 April 2013.
Selasa, 23 April 2013
Bagiku menjadi mahasiswa bukan hanya sekedar kuliyah dan
mengerjakan tugas, tapi mahasiswa yang sebenarnya adalah bagaimana kita
berfikir tentang segala sesuatu dan belajar mengenal segala hal yang ada pada
setiap kehidupan, bersosial, berintraksi dengan segala bentuk manusia tanpa harus membedakan dari mana ia berasal
dari golongan apa ia datang. Saling menghargai karena kita sama-sama
berkepentingan dan dipentingkan.
Mahasiswa adalah bentuk dari pembelajaran tentang sebuah kebenaran
dan kekacauan, dengan ini kita akan tau mana yang harus dilakukan dan tidak,
sebab segala bentuk perbuatan sudah pernah kita sama ratakan tanpa harus membedakan
kebaikan atau keburukan. Terkusus untuk cinta yang mengingatkan darimana kita
berasal dan untuk siapa kita dihidupkan, dengan segala jenis cinta, kasih dan
sayang mengajarkan bahwa kita tidak hanya berakal tapi juga berperasaan.
Mahasiswa adalah bagaimana cara kita menyampaikan lewat
segala bentuk keindahan berkarya, menyuarakan kegelisahan-kegelisahan yang tak
pernah habis ditulis, bagaimana kita dituntut keritis, tajam dan berani atas
nama pembebasan. Penjajahan dan penindasan adalah hal yang harus dibubarkan
sempai detik nafas terakhir.
Mahasiswa adalah sebuah tangung jawab bagaimana kita harus
melakukan segala bentuk perjuangan untuk sebuah perubahan bagi bagsa ini dan
berguna bagi orang lain setidaknya untuk diri kita sendiri.
Toriq fahmi
Surabaya 02:28 PM
Rabu, 17 April 2013
Bertema "KAMU"
Ini tentang kamu yang masih pagi maka ku ucapkan selamat
pagi untukmu, nikmati hari ini bersamaku tanpa kau ketahui, tenag aku hanya
ingin memperhatikanmu dari balik aktivitasku yang semakin membekukanku dan kaulah
pencairnya, walaupun susah payah harus ku buru wajahmu terlebih dahulu setelah
makan atau waktu matahari sudah mulai tenggelam. Sangat kebetulan jika aku
menjumpaimu di jalan, rasanya aku akan mematung di jalan itu dan menuggu motor
atau mobil yang lewat dan bruaakk..baru aku sadar, tukang hipnotis kelas kakap.
Aku kirim kisah ini padamu, lewat malam-malam yang tak
pernah habis di perjual belikan di warung-warung kopi, malam hanya bisa habis oleh
mentari yang seperti matamu, ya sama sepertiku yang telah habis di telan matamu
itu.
besok pukul senja ku cari dirimu sampai ketemu dan kunikmati
wajahmu di bawah keemasan senja yang sedang cemburu, tak peduli yang pasti kamu
akan ku jadikan senja pada setiap soreku, setuju atau tidak itu terserah aku,
aku tak peduli sebab aku hanya menaggalkanmu pada lagit-lagit sore sebagai pengganti
senja yang telah kusam dan sudah terasa buruk dimataku sebab ku jumpai kamu
yang begitu Allah.
Sudah cukup itu saja, sepertinya aku akan segera gila jika
ku teruskan sajak-sajak kacau ini sebab tak mampu kujumpai kejujuran yang nyata
dari artiku yang sudah menemukanmu, aku sepakat jika kamu menjadi senja, cukup
itu saja, senja itu kuning keemasan tapi kamu tidak, kamu adalah senjaku yang
bisa berubah warna sesukaku.
Ini serius tentang kamu, benar-benar buat kamu.
Malam ini bertemakan kamu, tentang kamu dan siapa kamu,
bolehkah sedikit aku belajar untuk mengenalmu supaya perasaanku lebih jujur dan
hatiku lebih masuk akal.
Toriq Fahmi
Surabaya.021813
Rabu, 17 April 2013. 09:54 PM
Aku telah menemukan jalanya, sebuah jalan dimana aku harus
menyusurinya dengan kegelisahan yang amat padat.
Membuat waktu dimana lebih masuk akal dari pada sekedar
tidur, bangun, kuliyah dan menyelesaikan tugas kuliyah lalu tidur lagi.
Aku telah menemukanya bermain dengan kegelisahan tentang
sebuah pertanyaan yang menempel di dinding-dinding malam yang harus aku punguti
satu persatu dan menyelesaikanya dengan satu perubahan disetiap paginya.
Sebuah kegelisahan tentang agama dan pembuatnya, tentang
sebuah kebenaran yang sesungguhnya, tentang penghargaan dan cara menghargai tanpa
harus membedakan darimana ia berasal, tentang cinta dan lagit malam yang tak
pernah mengantarkanku untuk tertidur lelap seperti dulu dan setiap pagi yang
menuntutku membuat rencana-rencana untuk kehidupan ke depan, apa kelak aku kan
berguna bagi bagsaku atau hanya menjadi salah satu orang yang tak berguna yang
tak melakukan apa-apa kemudian mati, aku tak pernah menginginkan kematianku
berjalan dengan sia-sia kemudian orang-orang akan melupakanku, setidaknya
setelah aku mati kelak orang-orang akan menanam namaku dengan sentuhan airmata
kehilangan.
Tak ada waktu tanpa perjalanan, berbaur dengan orang-orang,
berbicara tentang segala hal tentang apa yang aku ketahui di dunia ini,
mendiskusikan intelektualitas dengan cara retorika yang baik dan benar tanpa
harus menyinggung dan merendahkan orang lain, tak ada batasan dalam pergaulan
semua ku gauli dengan cara berusaha berteman dengan baik, lintas agama, budaya,
idiologi, rupa, warna, genre semua bagiku menjadi ilmu yang harus di rangkum
dalam buku perjalanan sehingga sejauh apapun aku pergi aku bisa menemukan jalan
untuk pulang.
Tak ada waktu tanpa mencari, mencari segala hal yang ingin
aku temui, lewat buku, internet tak terkeculai warung-warung kopi yang menawarkan
segala bentuk kegelisahan setiap waktu dengan harga yang cukup murah, semua ku tampung
dengan senag membuat tumpukan gelisah yang harus aku selesaikan malam itu juga.
Tak ada akhir dalam pelajaran, perubahan, pergerakan, pergaulan,
pencarian kebenaran dan kemerdekaan. Aku titipkan semua yang kumiliki pada
setiap jalan-jalan yang pernah aku lalui, tempat-tempat yang pernah aku
singgahi dan setiap orang yang pernah ku jumpai, semua ku akhiri dengan
cara cinta yang luar biyasa yang berakhir dengan kesadaran bahwa aku adalah
sebuah karya dan harus berkarya.
Toriq Fahmi
Langganan:
Postingan (Atom)